Tampilkan postingan dengan label cahaya kasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cahaya kasih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

cahaya kasih

Sahabat atau Cinta
            Dalam dunia ini banyak yang tiada mengerti hidup yang dijalani mesti berbagi. Dalam cinta kasih kita bersama berdiri bergenggaman jemari menyatukan hati. Dia berikan kepada seluruh manusia, kasih sayang karena kita semua tiada berbeda. Bila kau mau sadari cinta kasih tak memilih kau dan aku kita semua sama. Bila kau mau berbagi apalagi yang dinanti kasih putih karunia Illahi. (Snada- Kasih Putih)
            Sahabat mengertilah, pahamilah, jauhkanlah hati mu dari rasa tak mau menyadari atau tak mau memahami. Untuk urusan seperti ini hindarilah dulu egomu. Sahabat atau cinta keduanya bukanlah suatu pilihan yang harus dipermasalahkan. Bukalah mata, bukalah pikiran dan bukalah hati, bila kita membuka mata,  disekitar kita takkan pernah lepas dari peran seorang sahabat yang selalu menemani hari-hari kita, teman bermain, teman berbagi, teman yang selalu ada dalam suka dan duka, teman yang selalu memberikan motivasi dan begitu inspiratif. Bila kita membuka pikiran kita, sahabat adalah sesosok makhluk Allah yang dikirimkan lewat setiap jalan yang kita tempuh, entah pada saat memrangi sebuah permasalahan hidup yang pribadi atau pun yang kompleks, biasanya tempat curhat yang paling ngena itu kita curahkan pada sahabat kita. Selain itu, jargon “gax ada loe gax rame” selalu membuat diri ini begitu berharga tapi tanpa rasa angkuh dalam hati. Bila kita membuka hati, ingatlah sahabat adalah sesosok makhluk Allah yang selalu berusaha memahami setiap apa-apa yang kita rasakan, mencoba mengerti walau begitu sulit jadinya. Tapi, selalu berusaha memberikan yang terbaik, tak pernah ingin mengecewakan, tak pernah ingin melukai, tak pernah ingin menyakiti hati.
            Bila kita buka mata, pikiran dan hati, sahabat sangatlah menentukan masa depan kita, bukan berarti masa depan kita ada ditangan sahabat , masa depan tetaplah ada dalam genggaman Allah dan genggamanmu, tapi masa depan tercerminkan dari siapa sahabat kita masa dulu dan sekarang. Maka dari itu sahabat, jauhkanalah dirimu dari orang-orang yang dzolim dan berkumpulah dengan orang-orang yang selalu berusaha untuk memperbaiki diri juga mendekatkan diri pada Allah. Setelah kau buka mata, pikiran dan hati, rasakanlah, mengertilah, pahamilah, betapa kuatnya genggaman jemari-jemari menggapai tanganmu saat kau akan terjatuh, dia menangkapmu dengan sangat cekatan dan tak pernah ingin melepaskan genggaman itu saat kau terbangun dan berlari kembali bersama. Meraih cita dalam bahtera untuk menggapai Ridho-Nya. Saat dia harus pergi untuk berhijrah, dia selalu berusaha membuat mu bahagia dan tersenyum tak ingin dirimu merasa kehilangan atau sedih, maka dia selalu berkata “ You never walk alone, kau takan pernah berjalan sendirian”, kalimat yang sangat khas yang selalu terlontarkan dari lidahnya dan selalu dibarengi dengan goresan senyuman diwajahnya. Itulah sahabat seorang sahabat yang selalu setia.
            Lalu bagaimana dengan Cinta?
Sahabat bukalah selalu mata, pikiran dan hatimu. Apabila mereka bertiga sempat tertutup, bukalah kembali dengan perlahan dan rasakanlah kesejukkannya, kelak kau dapat menikmatinya. Apabila mereka bertiga tak kunjung terbuka, introspeksi dirilah pada jiwa-jiwa ini, tanyakan apa yang sedang terjadi dengan imanmu, segeralah bangkit dari keerpurukan dan paksakan secara tegas untuk mebukanya.
Saat ku buka mata, aku melihat sebuah bahtera yang di penuhi penumpang dengan kapasitas yang terlalu berlebih, terjadi sikut menyikut, senggol menyenggol, bahkan terkadang berbuah pertikaian antar penumpang. Dimanakah seorang pemimpin itu berada?
Saat ku buka pikiran, tak perlu jauh-jauh ku mencari di setiap sudut bahtera itu untuk mencari seorang pemimpin dari salah satu mereka, seorang pemimpin yang memakai baju mewah, gagah, tampan, berwibawa, yang berdiri dihadapan mereka, bersua-sua melontarkan aturan-aturan, kebijakan-kebijakan. Dihadapanku, mereka para penumpang itu yang saling bertikai merupakan seorang pemimpin bagi dirinya masing-masing, dimanakah seorang pemimpin itu berada? Tak ku lihat rasa kepemimpian yang mereka tunjukkan, tak ada sama sekali rasa wibawa, bijaksana atau saling menghargai.  Tak ada rasa cinta yang mereka tebarkan untuk penumpang yang lain. Kita memang membutuhkan satu pemimpin dalam dunia ini untuk berjuang bersama dalam menghadapi pertikaian dunia, kita memang membutuhkan satu pemimpin untuk menjalankan sebuah bahtera dalam menjalani hidup di dunia. Kita memang membutuhkan satu pemimpin untuk ditaati, tapi pemimpin yang mana? Pemimpin yang seperti apa?
Seorang pemimpin layaknya baginda kita, kekasih Allah yang selalu dimuliakan umat manusia Rasulullah saw.
Seorang kakak laki-laki berkata padaku, “ adik, kakak memang bukan baginda Rasul yang dapat memimpin umatnya dengan kesempurnaan, yang memiliki sifat siddiq, amanah, fatonah, tabligh. Untuk menjadi seperti beliau memang tak dapat seutuhnya, tapi untuk menjadi diri ini yang seutuhnya dijalani dengan proses yang tidak sebentar, butuh bertahun-tahun untuk belajar dan terus belajar, mengkaji, memahami lalu mengamalkannya. Tapi adik tidak kah kau tahu Rasulullah begitu menyayangi seluruh umatnya, bahkan saking sayangnya pada saat beliau wafat, beliau memanggil-manggil umatnya, ummati ummati ummati dan berdoa pada Allah agar umatnya tidak merasa kan sakit pada saat roh keluar dari badannya seperti yang beliau rasakan, begitu sayangnya Rasululloh pada kita selaku umatnya. Bahkan beliau bersabda, “Sakratul maut itu lebih perih daripada tiga ratus tebasan pedang. Karenanya, ketika itu tubuhnya mengeluarkan keringat, matanye mendelik, hidungnya membengkak, tulang rusuknya terangkat, napasnya meninggi, dan warna kulitnya menguning (pucat).” (Napak Tilas Roh-Imam al ghazali:hal. 6).  Karena kasih sayang Rasulullah yang beliau berikan terhadap istri-istrinya, maka ketika Aisyah melihat Rasulullah saw. Dalam keadaan itu, sementara beliau berbaring di pangkuannya, aisyah mengusap air matanya. Kemudian Aisyah mendendangkan bait-bait syair: Demi diriku, suara keras  yang menyakitkan dan memedihkan. Sebelumnya jin tak menyentuhmu dan aku tak cemas akan ketakutan. Terus kupandang wajahmu bagai celupan saat memudar. Saat warna mayit menjadi pucat cahaya wajahmu tetap bersinar. (Napak tilas Roh-Imam al-Ghazali: hal.6)
            Subhanallah apakah ini cinta sahabat, yang Rasulullah selalu berikan? kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita semua selaku umatnya. Kasih sayang inilah bentuk dari cinta yang Allah berikan.
Bukalah hatiku, saat dalam hati ini tlah terdapat cahaya Islam, cahaya Iman , cahaya Makrifat, dan cahaya Tauhid, lengkaplah sudah hidup ini dihiasi dengan selalu mendekatkan diri pada-Nya. tak pernah ingin lepas dari-Nya, setiap hembusan nafas, langkah kaki, setiap bergerak, itu semua karena-Nya.
Bukalah mata, pikiran dan hati sahabat, cinta memiliki makna yang sangat luas, sangaaat luaas, tidakkah kau merasa dangkal saat kau berpikiran sempit tentang cinta itu?
Tanpa cinta, apakah akan ada saling menghargai dan menghormati?
Tanpa cinta, apakah akan ada ukhuwah yang bisa dirajut?
Cinta---Cerita indah namun tiada akhir. Ya, saat cinta datang menyapa membuat hati merasa nyaman, saat cinta hadir dalam jiwa membuat raga hidup dengan damai. Cinta yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya, merupakan fitrah yang luar biasa. Cinta menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama, tak akan ada pertikaian karena cinta mengajarkan untuk saling menghargai.
Sahabat jika kau dihadapkan pada sebuah pilihan Sahabat atau cinta, bukalah mata, pikiran dan hati, tanpa cinta persahabatan tak akan pernah terjadi, maka dari itu dalam persahabatan pasti akan tumbuh cinta. Keduanya tak bisa dipisahkan satu sama lain. Keduanya saling melengkapi satu sama lain. Bukalah mata, pikiran dan hati.
Wallahualam, Allah mengetahui segalanya sedangkan diri ini tidak.
                                                           

2 desember 2011, Kindness a bee

Jumat, 24 Juni 2011

tulisanku yang tanpa judul,,SELESAI

Setelah sekian lama gadis kecil itu tertidur akhirnya dia bangun dari mimpinya. Bangun dengan wajah yang ceria. Lesung pipit di pipinya terlihat sangat menggemaskan. Dia merentangkan tangannya dan huaaammmm,,,tungak tengok melihat seisi kamarnya. Lalu menghela napas yang panjang. Dalam hati dia berkata “ ternyata hanya sebatas mimpi”..sambil tersenyum ceria. Alhamdulillahilladzi ahyana badama amatana wailaihinnusyur..amin.. segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami, sesudah kami di wafatkan, dan kepada-Nya kami kembali.
aku sudah bilang padamu gadis kecil.”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." ( QS Al Baqarah:216).
Firman Allah inilah yang selalu terngiang di telinga ku. Terimakasih ya Allah kau telah memberikan mimpi yang bergitu indah dan dahsyat banyak sekali ilmu yang aku dapat. Alhamdulillah.
kami bangun untuk menggapai mimpi,
kami bangun untuk membawa kesuksesan,
kami bangun untuk berjuang hari ini dan berjuang untuk kedepannya. Yang lalu biarlah berlalu jadikan sebuah pemicu kalbu. Karena jalan masih panjang tak hanya sekedar dunia. Ya Allah saksikanlah aku di pagi ini dengan mengucap syukur alhamdulillah engkau telah memeberika aku kekuatan untuk menghadapi hidup ini. Ujian dan cobaan yang kau turunkan mengajarkan aku tentang kesabaran dan keikhlasan. Tawakaltuallah..
ya rabb aku tak pernah merasa sesegar ini. Akan aku awali pagi ini dengan bacaan basmallah Bismillahirrohmaanirrohiim, dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi maha penyayang.

SELESAI

tulisanku yang tanpa judul 2

Gadis kecil mulai memahami kerasnya hidup ini seperti apa. Kini keceriaan dan senyuman dia kembali, sejalan dengan itu sang kakak pun nampak baik-baik saja, sang kakak kembali. Walau sang kakak menghilang tapi gadis kecil itu tak pernah kehilangan sang kakak, karena bagi dia ada atau tidak nya sang kakak, jauh atau tidakknya sang kakak, semuanya tampak sama dan tak ada yang berbeda.
Doa gadis kecil itu dikabulkan oleh Rabbnya. Dulu dia pernah berdo’a pada Rabbnya,” Ya Rabb, Engkau dimana? Aku sangat membutuhkan pertolonganMu, aku tak ingin semua ini terjadi. Apa yang sedang terjadi dengan sikap kakak. Kenapa dia seperti itu, aku mohon ya Rabb kembalikan dia ke jalanMu. Kembalikan dia!” doa gadis kecil dimalam hari saat perjalanan pulang ke rumah.
Dan saat ini Rabb pun menjawab lewat perkataan sang kakak, kini yang terbaik dan paling tepat untuk dijalani sang kakak adalah menghilang dari kehidupan gadis kecil itu, karena dengan itu si gadis kecil tidak akan mengganggu sang kakak dengan sikapnya yang selalu berpikir negatif. Pikir sang kakak mungkin ini jalan yang tepat, dengan dia menghilang dari sang adik, minimal sang adik tidak berpikir yang negatif tentang sikap sang kakak dan tentang tindakan, pola tingkah laku sang kakak.
Bahkan sang kakak meminta gadis kecil itu untuk menjauhi dia. Sang kakak pun berkata “sudah semua tak ada lagi drama-drama cengeng”. Sang kakak seperti tahu persisi peringai gadis kecil itu, gadis kecil itu memang cengeng, oleh sebab itu sang kakak tak mau lagi melihat gadis kecil itu menangis karena hal seperti ini. Sebelum sang kakak menghilang dia sempat meminta maaf pada gadis kecil itu,” dengan segala kerendahan hati mohon maaf sudah seperti ini, akan ku tuntaskan tanpa KATA, akan ku jawab dengan DIAM, terserah prasangkamu. Baik atau buruk Allah Maha Tahu. Mudah-mudahan ini menjadi jalan yang baik bagi perubahan saya dan sekarang saatnya benar-benar menghilang”ujar sang kakak.
Sebelum sang kakak pergi menghilang, dia berpesan pada gadis kecil itu, “ jangan marah, jangan kecewa, jangan menangis adikku. Karena sesungguhnya kakakmu yang keras, ketus dan beku itu sedang menguji mentalmu, agar kamu kuat! Dengan ketusnya dengan cueknya dengan sikap diamnya. Tetaplah berpikir positif pada kakakmu itu karena itu tanda kasih sayang kakakmu padamu. Dunia ini keras apalagi dunia dakwah, hanya orang-orang kuat yang bisa melewatinya. Selamat datang di rumah sederhana ini. Di rumah perjuangan ini.”
hanya tinggal bayangan sang kakak yang nampak dipelupuk mata gadis kecil itu, kini tak ada lagi waktunya bermanja-manja, tak ada lagi waktunya untuk berleha-leha, tapi kini adalah waktunya tuk berlelah-lelah memupuk SEMANGAT juang yang tinggi untuk kemajuan dakwah kami di MQC..
***
"kak, mengapa bintang bersinar? mengapa pula air mengalir? lalu mengapa dunia ini berputar?" sahut gadis kecil itu kepada sang kakak.
Sang kakak menjawab, " mengapa bintang bersinar, karena ada ALLAH Yang Maha Bercahaya (An Nur) sehingga malam yang gelap gulita pun masih tetap terang, mengapa pula air mengalir karena ada ALLAH Yang Maha Sejahtera (As Salam) sehingga alam di dunia ini hidup sejahtera dengan adanya air, mengapa dunia ini berputar karena ada ALLAH Yang Maha Berkuasa (Al Malik),sehingga kita tak merasakan dunia yang berputar ini. sekarang kakak yang bertanya padamu. Mengapa ALLAH menjadikan dunia ini begitu indah?, setiap pagi kau melihat langit biru yang luas, gunung" yang menjulang tinggi, dan tak lupa irama kicauan burung yang merdu seraya bertasbih padaNya, angin pagi yang sangat menyejukkan." tubuh kakak terlentang pada rerumputan hijau di pekarangan rumah,sambil menghirup udara yang sejuk ini.
tubuh gadis kecil itu pun ikut terlentang di samping sang kakak, dia menatap langit yang biru dengan lamat-lamat sambil memikirkan jawaban dari pertanyaan sang kakak, lalu dia memejamkan matanya. Semilir angin menyejukkan wajahnya yang teduh. Saat dia membuka matanya, sang kakak tlah tiada disampingnya.
kembali gadis kecil itu menatap langit biru, sambil tersenyum sang adik berkata "Dunia ini indah karena diatur oleh yang Maha Indah" meneteslah air mata sang adik,,,(inspirasi dari a afiz)
"Ya Rabb betapa indahnya diriMu,, andaikan kau dapat memahami kak, hidup ini memang indah, hidup ini memang indah, andaikan kau dapat mengerti kak,hidup ini indah sangat indah, andaikan kau dapat membaca setiap situasi dalam hidup ini, aku yakin kau takkan melukai hati seseorang yang benar-benar menyayangimu."
***
Aku sudah mengirimu surat, dan kau balas dengan sikapmu. Kini kehangatan yang ku dapat, senyuman kini tergores di wajahmu, dan terlihat sangat manis. Kak, aku harap kau kan baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja. Walau hanya keceriaanmu yang tampak padaku aku harap kau selalu ceria. Kak andaikan suatu hari nanti kau dapati kesedihan, ingatlah selalu Allah akan selalu ada, aku yakin tanpa aku berkata seperti ini pun kau akan selalu ingat. Karena kau lebih mengenal Allah daripada aku, maka dari itu ajari aku tuk mengenal Allah kak.
‎"kak, kini ku pahami perkataan mu yang dulu, mengapa kau berkata,"pilihlah yang tepat bukan yang terbaik" (anis matta)?
mungkin itu memang yang terbaik untuk kita tapi sesungguhnya yang terbaik bukan berarti tepat untuk kita"..ucap gadis kecil itu dengan penuh ketegaran. kini gadis kecil sadar tentang sebuah hal..

Kamis, 26 Mei 2011

resep merelakan ^^

ada seorang sahabat yang bernama "cha" beranya pada ku tentang cara untuk "merelakan"
bahannya gampnag ko cha.
(ala chef kind)

- sebungkus KEYAKINAN yang tlah ditaburi rasa SABAR dan SYUKUR, untuk menambah cita rasa dapat kita bumbui dengan rasa CINTA, jangan lupa kita tambahkan PRINSIP dan KOMITMEN untuk emmeperkuat cita rasa, oh ya untuk penyedap jangan lupa tambahkan DOA dan IKHTIAR supaya lebih mantap, untuk inovasi dan kreativitas bisa ditambahkan denagn apa yang kita butuhkan sesuai selera masing-masing.
-tapi ingat semua butuh PROSES sehingga pengaplikasiannya pun tidak terlalu mudah,lakukan dengan bantuan peralatan ISTIQOMAH dan QONAAH (apa adanya).

Minggu, 15 Mei 2011

tulisanku yang tanpa judul

"kak, jika kau merasa kesepian. Mintalah sama Allah untuk dikirimkan seseorang untuk menemanimu. jika kau membutuhkan kasih sayang. mintalah sama Allah untuk dikirimkan seseorang untuk menyayangimu. jika kau merasa hidup mu selalu sendiri, ingatlah Allah akan selalu ada untukmu" ujar gadis kecil itu kepada kakanya
tidakkah kau tahu gadis kecil itu pun selalu merasakan kesendirian dan kesepian, tapi dia selalu YAKIN bahwa Allah diatas sana selalu mengawasi dia dan memperhatikannya tanpa lelah. dia begitu simpati pada kakak itu, gadis kecil itu sangat menyayangi kakak itu, dia tak pernah mau melihat kakak sedih atau bermuram durja, "ingin rasanya aku melihat senyuman kaka yang manis itu, tapi jarang sekali aku melihatnya," tampak gadis itu sedang menggoda kakak
‎"kak, apa yang sedang terjadi padamu? kau begitu keras, perkataanmu tlah membuat orang lain terluka kak, apa kau tak sadar melakukan itu?. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan (as saff: 3), aku tak mau kau berbuat seperti itu,sungguh". gadis kecil itu merengek kepada kakaknya.
“Hidup itu keras dik” sang kakak menjawabnya dengan tenang. “udah tau hidup itu keras kak, kenapa tidak kita buat menjadi lembut” ujar gadis kecil itu. Sang kakak teregun dan terdiam. Sang kakak tak membalas perkataan gadis kecil itu. Sungguh apa yang sedang terjadi pada kakak.
"aku tahu kak, kau begitu mendambakan kasih suci yang sejati dari seorang ibu dan seorang ayah dan juga saudara-saudaramu, dan aku pun yakin bahwa kau merindukan kasih sayang yang hakiki dari Rabbmu. tapi ketahuilah kak mereka semua takkan pernah membencimu, dan Rabb takkan pernah luput dari kasih sayangnya terhadap hambaNya". gadis kecil itu meyakinkan kakaknya, karena dia begitu khawatir padanya.
setelah terdiam dan tertegun lama, sang kakak berkata “kalaulah dunia ini lembut...maka akan banyak manusia terlena dibuatnya. jadilah kuat wahai adikku di dunia yang keras ini”. Gadis kecil itu tak bisa menahan air matanya dan dia menangis tersedu-sendu. Tak bisa menahan tangisannya lagi, pipinya dibanjiri oleh air mata. Matanya menjadi sayup. Berusaha untuk berhenti tapi tak bisa. gadis kecil itu akhirnya berhenti menangis dan menyeka air mata dipipinya dan berkata “tapi, sikap kita pun jangan ikut ikutan keras juga dunk kak?” sang kakak tersontak kaget mendengar gadis kecil berkata seperti itu, “amiin semoga ALLAH memberikan kekuatan pada kita semua” si gadis melanjutkan perkataanya. Sang kakak tertunduk lagi, begitu pula dengan gadis kecil itu, dia meneruskan tangisannya kembali, karena dia tak bisa menahan air matanya yang terus memaksa untuk keluar.
“hidup ini memang keras kak, sempat dada ini terasa sesak, sempat hati terasa sakit, karena guncangan yang Maha Dahsyat. Jikalau ALLAH tak memberikan kekuatan untuk ku,aku akan terbaring lemas sampai saat ini, tapi apabila sikap itu menjadi keras, aku takut sikap itu melukai hati dan perasaan orang lain. Aku takut kak!” gadis kecil itu menatap sang kakak dengan lamat-lamat menanti jawaban apa yang akan kakak katakan.
“ku sadari sikapmu memang begitu kak, tapi aku selalu berharap akan sedikit orang yang membencimu, dan jadilah insan yang penuh inspiratif, kau lebih memilih bersikap keras karena kau tak mau terbuai dalam kelembutan, aku harap aku bisa pahami itu, aku yakin kau akan menjadi seseorang yang kuat". ucap gadis kecil itu dengan tersenyum ceria, dia tak ingin dirinya selalu berpikir negatif terhadap sang kakak, karena sebenarnya sang kakak berhati mulia.
kini gadis kecil itu hidup dalam kesendirian dirinya, tak ada lagi sang kakak yang selalu membuat dia menangis, tersenyum, tertawa, kecewa, gundah, dan membuat dia jengkel padanya, sang kakak selalu menghilang di telan waktu, tapi gadis kecil itu tak pernah kehilangan senyuman sang kakak, karena bagi dia ada atau tidakknya sang kakak skrang takkan menjadi masallah baginya..
saatnya gadis kecil itu belajar untuk merelakan...
seorang kakak bertanya padaku,”gadis itu sudah ikhlas?”. Aku pun mmenjawab,” insyaallah kak,,yang tahu hanya ALLAH dan gadis kecil itu”
"ku tahu hati mu sedang terluka gadis kecil, tapi kau tak pernah lelah memancarkan cahaya keceriaanmu walaupun terkesan agak garing, tapi mungkin itu yang akan membuat mu tenang, kau tetap tersenyum ceria, walaupun terkadang pada akhirnya kau pun menangis, tapi tangisanmu tak kalahkan semangatmu", ^_^ ujar ku pada gadis kecil itu..
"kau gadis kecil, apakah kau sedang berada dalam kebingungan??" ujarku pada gadis itu, lalu dia menjawab," iya bahkan aku pun bingung apa yang sedang aku bingungkan, kini semakin terasa dunia ini semakin keras, semakin aku tak dapat memahami, aku seperti berada dalam kegundahan, kegelisahan, kacau, hati ni sangat kacau, bila diperbolehkan aku ingin menjerit, sesak, dan sakit", ujar gadis kecil itu..
jalan ini adalah jalan yang terbaik bagi sang kakak. Dia meninggalkan gadis kecil itu untuk selamanya, ada rasa menyesal yang dirasakan oleh gadis kecil itu, " kenapa aku harus bertemu dengan kakak?" ucap gadis kecil itu, karena gadis kecil itu menganggap apabila dia tidak bertemu dengan sang kakak tidak akan ada perpisahan, tapi kini karena ada pertemuan itu akhirnya harus ada perpisahan..
saat ini gadis kecil mulai BISA meRELAkan,,
insyaallah gadis itu sudah ikhlas, karena ALLAH selalu ada untuknya,kalian tahu gadis kecil itu sebenarnya menyimpan sejuta pertanyaan, dia memiliki sederet kata yang penuh tanda tanya, tetapi dia bingung kpd siapa dia hrus bertanya?mungkinkah dia hrus mencari jawaban itu sendiri?. gadis kecil itu berkata," YA, aku harus KUAT & aku akan berusaha mencari dan terus mencari," ujar gadis kecil itu penuh dengan semangat..
 @@@

Kamis, 03 Maret 2011

my note 1

ucapan terimakasihku untukmu yang mencintaiku

oleh Engkan Wikanti Suriyadinata pada 04 Maret 2011 jam 9:43
terimakasih kepada:
mamah karena kau telah mengajarkan ku akan kasih sayang yang tulus,
bapak karena kau telah mengajarkan ku akan kerja keras yang sungguh-sungguh,
paman-paman bibi-bibiku karena kalian telah mengajarkanku arti sebuah keluarga,
kakak-kakakku karena kalian telah mengajarkan ku semangat,
adik-adikku karena kalian telah mengajarkan ku untuk memberikan yang terbaik,
nek,kek, karena kalian mengajarkan ku arti sebuah kehidupan yang sesungguh"...
sahabat-sahabatku, karena kalian telah mengajarkan ku solidaritas
terimakasih semuanya karena kalian semua memberikan pelajaran yang sangat berharga untukku,,bahwa hidup itu harus penuh rasa sabar dan syukur.