Selasa, 31 Juli 2012

Cahaya untuk mu


Cobalah

Entah apa yang ada dalam pikiranmu, kau seakan mengiyakan tapi hati berkata tidak.
Wahai kau,mengapa kau berbuat seperti ini..
Menyesali pilihan yang telah kau pilih, mengeluh saja tanpa berbuat
Entah betapa kejamnya diriku, aku bisa saja menjulukimu si picik yang pintar
Kau berkata tak sesuai dengan hatimu.
Sebenarnya apa yang kau mau?
Ingin selalu dimengerti tapi kau tak sadari kau pun tak pernah mengerti
Ingin selalu dipahami tapi kau tak sadari kau pun tak pernah pahami
Kau mungkin rasakan aku sungguh egois,tapi kau pun egois
Selalu aku ingin bertanya mengapa kau berbuat seperti ini.
Kau seakan menatapku seorang lawan saat aku dapat menentangmu,
Tatapan kesal kau ekspresikan dengan diam.
Apa kau selalu ingin dimengerti???? Sampai kau lupa akan orang disekitarmu yang membutuhkan pengertian mu pula.
Wahai diriku, semua hal yang ada pada dirimu jangan kau tunjukkan dengan semua keangkuhanmu, kau tak pantas merasa angkuh.
Wahai diriku kini saatnya kau memperbaiki  diri, tak ada kata yang seindah kata yang mengandung kebaikan.
Maafkan diri ini yang telah menilaimu seperti ini, karena aku ingin kau dapat mengerti dan pahami.
Aku takkan memaksa mu untuk berbuat semauku, berbuatlah sesuka hatimu. Tetaplah pada jalur kebaikan mu.


Kindness a bee



Senin, 23 April 2012

cahaya ibu



Ku temukan secercah cahaya di pangkuan mu bu,
Andai ku bisa putar kembali waktu ku ke masa kecil,
aku takkan pernah membuatmu terbangun pada malam hari karena tangisan ku.
Tapi, tak pernah kau tunjukkan wajah lelah karena rengekanku, kau malah tersenyum dan berkata,” wuah anak ibu sudah bangun!”. Senyuman yang indah.
Aku pun takkan membasahi tubuhmu dengan air kencingku yang bau.
Tapi, tak pernah kau tunjukkan wajah kesal karena ulahku itu, kau malah tersenyum dan berkata,” wuah anak ibu pipis, ibu ganti popoknya yach!”. Senyuman yang indah.
Aku pun takkan merengek pada saat aku lapar dan haus.
Tapi,tak pernah kau menutup telingamu karena tangisanku yang mengganggu aktivitasmu, kau malah tersenyum dan berkata,” wuah anak ibu lapar yach, sebentar yuach ibu ambilkan makanan untuk mu dan ibu akan menyuapimu, tunggu ibu yach.” Senyuman yang lagi-lagi sangat indah.
Bu cukupkan ku bisa mebalas apa yang telah kau berikan selama ini.
Kini aku tlah beranjak dewasa, aku mulai mencari jati diriku seutuhnya. Setiap aku pulang terlambat kau sangat mencemaskanku, karena aku tak mengabarimu sebelumnya. Kau begitu marah karena khawatir akan diriku. Maafkan aku bu.
Saat kau sedang di rujung masalah, sedikit demi sedikit kau menceritakannya padaku, maaf bu aku hanya bisa menjadi pendengar setiamu saja, sebagai seorang anak aku belum terbiasa menghadapi masalah orang dewasa sehingga aku belum bisa memberikan solusi padamu. Tapi, dengan semangatnya kau mencari solusi itu, karena aku tahu saat kau mencurahkan isi hatimu, itupun sudah menjadi solusi karena hatimu sedikit demi sedikit menjadi tenang.
Terimakasih bu, atas apa yang sudah kau perjuangkan untukku, kau bekerja membantu ayah membiayai hidup keluarga, tak pernah kau tunjukkah wajah lelah mu, hanya semangat yang kuat yang aku lihat darimu.
Kau begitu berharap memiliki anak-anak yang sukses. Yang menjadi suatu kebanggaan. Kau pun membutuhkan anak-anak yang sholehah yang berbakti kepada orang tuanya dan tak pernah mengecewakan orang tuanya.
Terimakasih bu, atas perjuangan mu selama ini. Dini hari kau sudah terbangun, menanak nasi, lalu kau segera mencuci piring yang kotor. Selepas itu kau memasukkan baju-baju kotorku kedalam mesin cuci. Pekerjaan di pagi hari selalu terlihat rapih dikerjakan olehmu. Pukul 07.30 kau bersiap-siap berpakaian rapih hendak pergi ke kantormu. Pergi ke sekolah menengah pertama dimana aku bersekolah dulu, kau bekerja disana sebagai kepala tata usaha. Kau begitu bersahaja, banyak kawan yang kau dapat disana, tak hanya kawan bahkan saudara kau pun dapat. Selepas bekerja kau pulang dengan segera. Selepas pulang kalu langsung membantu ayah di toko. Apakah kau tak pernah merasa lelah? Sempat suatu ketika kau terbaring lemas, kata dokter ibu terlalu memporsir tubuhnya karena banyak bekerja. Tapi, ibusuka bandel walau tubuhnya lemas dia masih saja mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi, dengan kesungguhan hati karena ibu tak ingin terus-terusan sakit akhirnya ibu sembuh dan beraktivitas seperti biasanya. Sangat risih mendengarnya pada saat penyakit asmanya kambuh. Membuat keluarga ku cemas, tapi ibu begitu bersemangat maka dari itu ibu selalu cepat sembuh.
Terimakasih ibu.
Maafkan aku, aku belum sepuhnya menjadi anak yang kau inginkan. Aku tahu aku bukanlah anak yang baik seutuhnya, tapi aku akan berusaha menjadi anak yang benar-benar seutuhnya. Suatu hari aku akan membuatmu bahagia, walau aku tak bisa memberikan apa-apa seperti apa yang kau berikan padaku. Tapi, yakinlah dan doakanlah aku bu, aku akan berjuang sungguh-sungguh agar aku dapat membahagaikanmu.
Maafkan aku bu, mungkin sekarang aku terlalu aktif di luar, sampai-sampai pekerjaan rumah yang harus aku kerjakan terbengkalai, maafkan anakmu yang susah diatur ini. Maafkan anakmu yang membandel ini. Tapi, percayalah bu, aku akan menjaga nama baik keluarga, aku akan membahagiakanmu dengan semua kemampuan yang aku miliki.
Tiada kata terucap seindah kata kasih sayang kau curahkan untuk anak-anakmu bu, sebuah lagu yang akan aku lantunkan untuk mu sebagai rasa terimakasih atas kasih sayangmu.
Surga di Telapak Kakimu
(Gita G.)
Ku nyanyikan sebuah lagu untukmu ibu
Sebagai wujud terimakasih ku kepadamu
Tanpa lelah kau berjuang membesarkanku
Berikan yang terbaik untukku.
Izinkanlah tanganmu ku cium
Dan ku bersujud dipangkuanmu
Temukan kedamaian di hangat pelukmu
Didalam hati ku yakin serta percaya
Ada kekuatan doa yang engkau berikan
Lewat Tuhan membuat semangat bila diri ini rapuh
Dan tiada berdaya
Ada surga ditelapak kakimu
Betapa mulianya dirimu
Buka pintu maafmu saat ku lukai hatimu
Ada surga ditelapak kakimu
Betapa besar arti dirimu
Hanya lewat restumu terbuka pintu ke surga
Kasih sayangmu begitu tulus kau cahaya dihidupku
Tiada seorangpun yang dapat menggantimu.
                                      Kasih ibu sepanjang masa...
Doa untukmu dari ku
Allohummagfirli dunubi waliwalidayya warhamhuma kama robbbayani shoghiro. Ya Allah ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.
Ya Rabb lewat tangannya kau berikan lambaian yang lembut, lewat tutur katanya kau berikan kata yang tulus, lewat kasih sayannya kau berikan cinta kasihMu. Sungguh penciptaanMu sangat luar biasa, kau menciptakan malaikat untukku didunia. Yang rela berkorbanagar anak-anaknya bersahaja. Ya rabb berikanlah kasih sayang padanya seperti beliau memberikan kasih sayangnya padaku, muliakanlah beliau di dunia maupun di akhirat.
Ya rabb tiada kata seindah ayat-ayat cintamu, yang selalu terlukis di raut wajah seorang ibu yang tak pernah lelah menyayangi anak-anaknya. Yag tak pernah lelah berdoa untuk keselamatan keluarganya. Yang tak pernah lelah bekerja utnuk kesejahteraan keluarganya, rahmatilah beliau ya Rabb. Berikan cinta kasihMu padanya kepada ia yang lembut, tegar dan selalu tersenyum.
Ya rabb lindungilah kami.
Ibu kau cahaya dihidupku, kau berikan cinta setulus jiwamu. Yang menjaga aku yang mencintai ku, yang menyayangiku setulus jiwamu.
SELAMAT HARI IBU

Kindness a bee
22 Desember 2011

Minggu, 04 Maret 2012

cahaya aku

MENJADI DIRIKU SUTUHNYA
Aku memang bukan wanita yang sempurna seperti wanita-wanita yang lain. Tapi aku juga memiliki suatu kelebihan yang selalu menyemangatiku. Aku juga memiliki kekurangan untuk bisa berintrospeksi diri. Semua yanga aku inginkan dan aku harapkan tak semudah yang aku dapatkan. Semua di awali dengan sebuah perjuangan yang luar biasa. Pernah aku mendengar pesan dari seorang sahabat ’Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan dan harapkan melainkan Allah memberikan apa yang kita butuhkan”. Seperti itulah yang selama ini aku jalani.. aku adalah aku yang selalu mencari dan mencari siapa diriku ini sebenarnya. Aku adalah aku yang tak pernah patah semangat untuk menempuh hidup yang penuh rintangan ini. Terkadang aku selalu mengeluh tapi itu semua dapat aku lalui karena disampingku ada sahabat-sahabat ku yang selalu memberiku semangat. Mereka menjadikan aku sebagai diriku, diriku yang seutuhnya..mereka membuat aku menjadi seperti kupu-kupu yang baru lepas dari cangkangnya. Mereka mengenalkan ku pada Tuhan yang menciptakan ku. Tuhan itu adalah ALLAH..mereka mengenalkan ku padaNya,,mereka mengajarkan aku bagaimana agar aku dapat mendekatinya,mencintainya, menyayanginya,seperti Dia mencintai dan menyayangi semua hambaNya. Kini aku sudah menemukan cahaya kasih yang diberikan oleh Nya. Dia begitu baik padaku,,setiap do’a yang aku panjatkan sedikit demi sedikit Dia mengabulkannya. Apapun yang aku minta selalu Dia berikan.
Aku sudah bisa menjadi diriku seutuhnya, karena ALLAH.
Karena ALLAH ku memiliki orang tua yang peduli pada ku
Karena ALLAH ku memiliki keluarga yang mengerti aku
Karena ALLAH aku dapat memiliki sahabat
Karena ALLAH aku dapat berkumpul dengan orang yang sholeh,,
Karena ALLAH aku mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat dari guru-guru ku.
Karena ALLAH aku dapat bertahan hidup,,dengan kekuatan yang Dia berikan untukku.
Begitu indahnya dapat mengenal diri sendiri karena ALLAH,,aku dapat mengenal sahabat-sahabat ku, aku dapat mengenal guru-guru ku…
“satu hal yang paling indah yang ada di dunia ini yaitu pada saat apa yang kita mimpikan dapat terwujud”,,
Kini aku akan menjadi diriku sutuhnya….
Menjadi aku yang baru
Menjadi aku yang penuh dengan semangat baru
Menjadi aku yang memiliki karisma yang kuat..
Aku kamu kita semua pasti bias..
Yakinkan dirimu utnuk menjadi yang terbaik..
Karena ALLAH pasti memberikan yang terbaik bagi umatnya..
Tapi satu hal yang harus aku sadari, aku tak seperti mereka. Tapi keadaan seperti memaksaku untuk menjadi seperti mereka. Sekarang yang aku pertanyakan, apakah mereka bisa menerimaku, aku yang seperti ini, seutuhnya aku seperti ini?. Aku adalah wanita biasa yang haus akan ilmu dan lapar akan pengalaman hidup. Inilah aku kawand, kalian tak bisa memaksa aku tuk menjadi seperti kalian. Kamu adalah kamu, dan aku adalah aku. Kita punya jalan masing-masing untuk menempuh tujuan yang sama. Aku titipkan pada kalian untuk terus mengingatkan aku pabila diriku ini berbuat salah. Jangan jauhi diriku karena kesalahan yang tlah aku perbuat. Tegurlah aku kenapa aku melakukan sebuah kesalahan, rangkullah aku untuk membawa ku ke jalan kebenaran. Karena Allah aku dipertemukan dengan kalian. Maaf aku tak bisa menjadi seperti kalian,, karena aku beginilah adanya, menjadi diriku yang seutuhnya dan sebenarnya adalah salah satu hal yang membuat aku nyaman. Walau kalian tak nyaman dengan sikapku, aku harap kalian dapat memahaminya dan aku berusaha untuk memahami kaian juga, dan mengerti. Dengan kesabaran yang aku miliki aku bisa memahami kalian. Bantulah aku, kawand. Untuk menjadi diriku seutuhnya.
                                                              Ciamis, 15 maret 2010
                                                              Created by: kind