Selasa, 09 Februari 2016

Kini Kasih tak sampai lagi

Lagi dan lagi jika aku mengeluhkan kisah cintaku, miris selalu diambang ketidaksampaian. terkadang aku berpikir jahat, apa maunya kau? Namun segera ku hela semua. Akan ada hikmah dibalik ini semua bukan?
Tidakkah kau merasa bahwa Ia telah menyayangimu, Ia yang lebih perhatikanmu, Ia yang lebih mengetahui isi hatimu. juga Ia yang mengetahui yang terbaik untukmu. Hendaklah kau bersyukur akan setiap nikmat yang Ia berikan, mengapa kau tak menyadari?
Bersabar memanglah jalan untuk kau temukan jalan yang terbaik, namun jika dibarengi rasa syukurmu itu akan lebih bisa kau dapatkan jalan dan hasilnya.
keduanya tak bisa kau pisahkan kawan. tak bisa kau gunakan barang sendiri-sendiri.
bila kasih tak sampai lagi, maka Ia sedang persiapkan kasih yang terbaik untukmu.
Don't be affraid!

Jumat, 22 Januari 2016

Cinta Itu Harus Ditumbuhkan (Part1)

Ayah, ibu bilaku besar nanti aku akan seperti kalian berdua, Menjadi seorang yang dewasa, harus mampu membekali diri dikala diri tak ada upaya. Namun harus selalu tegar saat masalah melanda. Jika kini ku belum mampu melengkapi dien ku, maka izinkan aku berikan penghargaan ku sebagai seorang anak yang harus bakti sampai akhir hayat. Kalian selalu berkata, "Kau masih menjadi tanggungan kami". Aku rasa aku masih menikamati berada disekitarmu. Selama Rabb belum hendaki aku dapatkannya, aku akan berusaha untuk berikan yang mampu ku untukmu. Tak terasa kini usiaku suda berkepala dua. 
Misi pendidikan formalku kini sudah selesai. Ku penuhi semua inginmu dengan segala kebutuhan yang kau berikan sampai ku dapat memiliki gelar sarjanaku. Kau selalu berkata, "Kami menyekolahkanmu untuk bekal masa depan nanti, kau harus lebih berjaya dari kami". Harapan itu yang selalu kau paparkan untukku jadikan sebuah motivasi diri. 
Kini semua terlewati terasa cepat. Tak terasa bergulir begitu cepat. Tentunya tiadalah henti pengharapanmu saat ini. Kau pun mendambakan seorang imam yang dapat membawaku kejalan Tuhannya. Yang miliki pengharapan-pengharapan laiknya dirimu untuk kesejahteraan hidupku. Semuanya untukku, segalanya tentangku. Kini kau sedang asik bercerita padaku, tentang pengharapan mu yang kesekian. Hingga buatku berpikir bagaimana caranya agar kali ini aku tak kecewakanmu. Ku berusaha setiap malam tiba, ku paksakan bangun di sepertiga malamnya untuk bermunajat pada Rabb, kelak ia kehendaki untukku seseorang yang terbaik untukku dan yang kau pun ridho dengannya. 
Kini aku berada dalam episode penantian. Ada beberapa saudaraku pun yang menawarkan untuk mencarikan, mereka berkata. Dalam hati ku berkata, "Biarlah Allah yang tahu inginku, dan ia yang berikan kebutuhanku". Sempat terngiang apakah egoku sedang berperan? 
Terlintas, tiadalah pertolongan Allah yang tak Allah perintahkan kepada hambaNya. Pertolongan Allah akan datang, bisa melalui dari siapapun. 
Wahai sang Penulis, ku yakini Kau sedang menuliskan kisah ku. Walau dalam sebuah kisah terkadang ada kisa sedih ataupun bahagia. Aku yakin Kau berikan kisahku yang terbaik. Kisah yang aku harapkan dan aku butuhkan. 
Sejarah takkan pernah menunggu kesiapanku bukan?
dengan menyebut namaMu (Allah) aku ikhlas.

Senin, 16 November 2015

Ada Hikmah Disini



Gemuruh cinta menghiasi hari. Mengapa tidak setiap manusia mendambakannya untuk dapat dirasakan. Mencintai atau dicinta, seakan kedua kata kerja itu sebuah pilihan. Namun sejatinya keuanya tak dapat dipisahkan. Jika kau ingin dicintai maka kau harus dapat mencintai. Jika kau mencintai maka kau kan dicintai. Cinta sebuah kata yang penuh makna dan selalu menggetarkan jiwa pemiliknya. Jika kau tahu bahwa cinta ini adalah sebuah fitrah yang diberikan oleh sang Pemilik Cinta. Selain ia sebauh fitrah ia pula sebuah titipan yang suatu hari nanti dapat diambil oleh sang pemilik cinta. Tak banyak yang bahagia karena cinta, namun ia pun terkadang membuat sakit. Kau harus tahu bagaimana mengontrolnya, bagaimana menempatkannya. Dan bagaimana mengaplikasikannya. Kelak jika kau memergunakannya pada tempatnya niscaya kau kan mendapatkan sebuah kebahagiaan, namun jika kau tak menempatkannya pada tempat yang tak tepat maka bersiaplah untuk menerima resikonya. Jika kau seorang pendamba cinta maka akan ada berbagai ujian didalamnya. Entah itu ujian kenikmatan yang kan membuatmu bahagia sekaligus kan buatmu terlena jika kau tak pandai mensyukurinya. Ada juga ujian penyakit hati, disebabkan karena kau tak dapat menahan syahwatmu menempatkan ia bukan pada tempatnya. Namun jika kau berusaha untuk memperbaikinya dan bersabar istiqomah untuk memperbaikinya maka kau akan mendapatkan sebuah pengampunan. Itulah cinta yang bagimu kadang menyakitkan dan membahagiakan. Tergantung bagaimana kau menggunakannya.
Sesutu hal yang keluar dari hatimu akan melibatkan perasaan maupun pemikiran. Tinggal kau pilih saat hatimu bicara, akankah perasaan atau pemikiranmu yang bertindak. Namun ku yakin keduanya bukanlah sebuah pilihan melainkan itu sebuah kesatuan. Tak bisakah kita gunakan keduanya untuk menyikapi setiap apapun kejadian yang ada dihadapan. Kau tahu jika dihubungkan keduanya bagaikan rasa Sabar dan syukur yang tak bisa dipisahkan. Sabar yang kan menemanimu saat kau mendapatkan cobaan atau ujian rasa sakit. Syukur yang kan menemanimu saat menerima ujian kenikmatan.
Tenang saja, akan ada hikmah dibalik semua ujian ini yang bsa kau dapatkan yang buahnya disebut dengan rahmat dan keberkahan. Yang didalamnya tersiman hidayah yang sangat luas. Maka disanalah terdaat kasih dan sayang Sang Pemilik Cinta. Jika kau ingin dicintai maka mencintailah. Jika kau sudah mencintai maka kau akan dicintai.