Senin, 06 Mei 2013

Semangat Berbagi



Bismillahirrohmaanirrohim,
Salamun’alaikum,
Semangat berbagi,
Kajian BARBEQU episode 1

Seluruh peserta Qulove, membaca ayat-ayat cintanya Allah di BARBEQU,  one man one ayat, dan ustadz membantu untuk memperbaiki tahsinnya,  hari ini membaca 7 ayat surat Al-fatihah dan 10 ayat al-Baqarah.

Tafsir yang dikaji untuk hari ini adalah Qur’an Surat Al- Fatihah.

*Al-fatihah disebut dengan induknya al-qur'an, ummul kitab, sabaum matsani (tujuh yang idulang-ulang selama 17 kali di setiap shalat). Dalam arti Al-Fatihah adalah pembuka.
Nah, sahabat Qulove sebelum membaca Qur’an kita disunnahkan membaca ta’awudz.
mengapa disunnahkan membaca ta'awudz sebelum membaca al-qur'an?
karena disuruh sama Allah, kita baca ayatnya ceck result.





Setelah baca ta’awudz secara langsung kita pun selalu membaca basmallah.
mengapa harus basmallah karena disuruh Allah juga, ceck result







Dan


 






Sudah jelaskah dalam ayat-ayat cinta Allah ini penjelasan mengapa kita membaca qur’an diawali dengan ta’awudz dan basmallah.

Next
kita membahas tentang al-hadits, nah hadits yang dipelajari oleh peserta Qulove adalah hadits arbain nawawi,
Sebelum beranjak ke arbain nawawi, sang guru menjelaskan salah satu hadits riwayat Bukhari yang menyatakan,
"suatu kaum tidak akan beruntung jika mereka menyelesaikan suatu urusan kepada perempuan" (HR. Bukhari)
ya karena yang patut menjadi pemimpin umat islam ini adalah kaum adam, cukuplah kaum hawa memimpin anak-anaknya agar menjadikan anak-anaknya sebagai tentara Allah yang kuat.
Oke, kita mulai pembahasan hadits pertama di arbain nawawi,
Tentang apa seh hadits pertama ini, yuk kita jelajahi. Ceck result.
















 











Hadits pertama ini tentang NIAT, mengapa hadits pertama tentang niat?
Ayoo sahabat Qulove tau jawabannya gax?
Oke dech, Qulove jawab neeh..
Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam Syafi’i berkata: Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu bagian dari ketiga unsur tersebut. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata," Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata," Hadits ini merupakan sepertiga Islam. (@sumber ABDULLAH HAIDHIR-penerjemah Hadits Arbain Nawawiyah Indonesia)
Langsung aja neh kita bahas sanadnya:
Dari Amirul Mu’mini Abi Hafs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu,
Who is he?
Beliau adalah khalifah dari khalifah dari Rasulullah (pengganti,pengurus), mengapa khalifah dari khalifah karena Umar ini adalah khalifah dari Abu bakar dan Abu bakar Khalifah dari Rasulullah, siapakah Abu bakar itu? Abu Bakar adalah mertua Rasulullah, yakni Ayahanda dari Aisyah yang dinikahi oleh Rasulullah. Nah, come back to Umar. Umar juga salah satu mertua rasulullah karena anaknya yang bernama Khofsah dinikahi pula oleh Rasulullah.
Umar memiliki gelar Amirul mu’minin, dan beliau adalah Abi Hafs, apa itu Abi hafs?
Hafs dalam bahasa arab artinya singa, ayah singa dunk. Yap beliau terkenal dengan keberaniannya, bukankah singa pun identik dengan seekor hewan yang pemberani, maka dari itu umar pun dijuluki Abi Hafs, selain itu Umar dipanggil sebutan dengan nama al-faruk yakni pemisah, dikarenakan dengan datangnya umar umat muslim menjadi pemberani.
Nah Qulove ini sekilas tentang Umar, masih panjang perjalanan kita di BARBEQU.
Nantikan penjelasannya di episode selanjutnya ya, karena episode kali ini cukup sampai disini.

Wallahu’alam bishowab.
Salam ‘alaika.

Rabu, 17 April 2013

The Key of Life



Saat dua hati saling bersimpul padu, menyatu dalam naungan cinta-Nya, takkan ada yang dapat memisahkan kedua insan yang saling mencintai karena cinta-Nya selain sang Maha cinta yang berkehendak atasnya. Manusia diciptakan saling berpasangan satu sama lain, Allah tlah menggariskan akan kemana jiwa ini berlabuh, kepada siapakan jari tangan ini akan saling melengkapi rongga-rongga jari yang kosong. Bersama menciptakan generasi dalam barisan yang kokoh.
Hari itu adalah hari yang paling bersejarah bagi dua insan yang saling mencintai karena Allah. Dipertemukan dalam jalan dakwah dengan penuh cita membangun ruhiyah,jasadiyah,dan fikriyah yang sehat dan baik, bersama mencari Ridho Illahi. Terbesit dalam diri rasa iri akan keduanya. Karena keduanya begitu saling melengkapi satu sama lain. Laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik, itulah yang tercermin dari keduanya. Akan ada banyak insan yang mendambakan hal itu, tapi semuanya kembali kepada Sang Pemilik Cinta.
Seorang kawan menepuk pundakku, tanpa aku sadari dia langsung menjerat tubuhku, memelukku dengan erat, dan berbisik, “wahai sahabat tabahkanlah hatimu, ini mungkin sangat menyakitkan hatimu, dia bukanlah untukmu. Hatimu mungkin saja terluka, kecewa, dan penuh amarah akan peristiwa hari ini.”
Dengan lembut aku melepaskan pelukan kawanku itu, dan memegang erat tangannya yang lembut. Aku memadangi wajahnya lamat-lamat dan memperlihatkan senyumanku yang manis. Aku pun berkata, “Apa yang harus kau khawatirkan sahabatku? I always kind, aku selalu baik, bahkan aku akan baik-baik saja.” Dia balas memegang tanganku lebih erat dan berkata, “kau tak bisa membohongi dirimu sendiri kan? Dan mata mu takkan pernah berbohong, sebenarnya sekarang kau sedang merasakan sakit kan? Melihat dia bersama seorang perempuan di atas pelaminan sana, dan perempuan itu bukanlah dirimu tapi orang yang lain.”
Aku pun balas tersenyum dan berkata, “ sahabat apakah kau pernah mendengar sebuah kisah perempuan yang ditinggal pergi jauh selamanya oleh calon suaminya? Ada seorang gadis yang seharusnya menikah diusia muda, tapi karena dia begitu ingin mensukseskan karirnya akhirnya membuat dia mendapat suatu julukan perawan tua karena saking belum ingin menikah dan dia beranggapan bahwa pernikahannya akan mengganggu karirnya, tapi atas permintaan kedua orang tuanya dia pun berusaha mencari seseorang yang dapat menjadi pendamping hidupnya. Dan atas kehendak Allah dia pun dipertemukan dengan seorang pemuda yang sangat baik akhlaknya. Akhirnya dia pun menetapkan tanggal pernikahannya dengan pemuda itu, setelah mantap dan yakin bahwa pemuda itu yang terbaik untuknya. Gaun pengantin pun sudah rapih dan siap dipakai untuk akad nanti dan bersanding bersama di pelaminan. Tapi, Allah pun berkehendak lain, gadis itu harus diuji- diuji keimanannya, Allah pun memanggil calon suaminya itu untuk menghadap-Nya, dan pergi meninggalkan gadis itu untuk selamanya. Aku sempat berpikir dan merasakan betapa sakit hatinya, betapa tercabik-cabik hatinya, seseorang yang sudah lama dia tunggu untuk menjadi seorang imam yang membimbing dia untuk lebih baik, dan bersama-sama mencintai Allah harus pergi selamanya. Seharusnya hari itu adalah hari yang paling membahagiakan hidupnya karena sudah dapat sempurnalah ibadahnya, tapi malah duka yang didapat, akan ada rasa menyesal, kecewa, amarah mengapa semua ini terjadi. Tapi dia sedang diuji-diuji keimanannya. Selama beberapa waktu akhirnya gadis itu mulai bisa merelakan dan menerima atas kehendak yang Allah berikan. Ternyata pemuda itu bukanlah jodohnya, bukanlah seseorang yang dapat mendampingi hidupnya kelak. Dia mencoba untuk bersabar dan mensyukuri setiap apa-apa yang ditetapkan oleh Allah, dan buah kesabaran dan rasa syukur yang tiada tara, sampai akhirnya Allah mengirimkan seseorang yang dapat menyempurnakan ibadahnya, dan menjadikan dia sebagai seorang istri yang taat pada suaminya. Datanglah seorang pemuda yang gagah berani menjemput dia.
Dan sekarang bisa saja aku merasakan sakit, merasakan tercabik-cabiknya hati ini penuh amarah dan kecewa, tapi aku pun dapat pelajaran dari kisah gadis itu, dalam hati ini butuh kesabaran dan rasa syukur agar hati ini dapat ikhlas dan merelakan kepergian seseorang. Dia bukanlah untukku, dan ternyata bukan yang terbaik untukku. Allah telah berkendak lain, dan diri ini sedang diuji-diuji keimanannya. Dan sekarang aku sedang menanamkan kesabaran dan rasa syukur dalam hati ini agar aku mendapat cinta dan kasih sayang Allah, sehingga aku dapati keikhlasan dan kerelaan dalam hati.”
Sahabatku memelukku dengan erat, akupun membalas pelukkannya itu.
Sahabat kunci kehidupan didunia ini ada dua yaitu SABAR dan SYUKUR, seberapa sabarkah kita dapati ujian dari Allah dan seberapa syukurkan kita dapati nikmat dari Allah.
“Aku percaya kau akan datang menjemputku, walau aku tak tahu kapan pastinya. Karena Allah Sang Maha Tahu Segalanya.”

@dikutip dari aku untuk aku
Bee kind
1332013 8.59 pm

Kamis, 10 Januari 2013

Bukan lawan tapi tak seperti kawan



Lucu
Saat aku perhatikan tingkah kalian saat ini, saling bertatap tapi tak saling bertegur sapa.
Lucu
Saat aku perhatikan tingkah kalia,
Dulu saat aku blum mengenal, kalian begitu dekat layaknya pinang dibelah dua,
Tapi kini semua itu sirna saat perkembangan masa, entah  apa yang sudah terjadi.
Aku tak ingin tahu, tapi kalian menarik perhatianku, untuk mengetahui apa-apa.
Lucu
Saat aku peratikan tingkah kalian, pandangan mata saling bertatap tapi seakan tak melihat.
Bukan lawan tapi tak seperti kawan, melainkan layaknya orang lain yang belum saling mengenal satu sama lain.
Setiapnya memiliki kawan-kawan yang sama. Tapi kalian seakan tak saling bertkawan.
Lucu
Seorang dari kalian seketika merasa begitu kehilangan dan kesepian karena kawanpun tak ada. Seorang dari kalian lagi terlihat seakan begitu tanang dan tak acuh.
“kalau sekiranya aku mencurahkan semuanya, segala hal tentang aku, apapun itu, entah apa yang akan terjadi, karena kawan tak selamanya jadi kawan.”
Kau berikan aku pelajaran:
 setiapnya hanya bersifat sementara. Kawan takkan selamanya jadi kawan, lawan
pun tak selamanya jadi lawan, hidup tak selamanya hidup akan ada mati, mati tak selamanya mati akan ada kehidupan selanjutnya.
Pantas saja kita harus banyak bergantung, bersandar dan mencurahkan semuanya kepada Sang Maha Mendengar. Karena hanya Dia-lah yang mampu menjaga semuanya, mulai dari hal yang terkecil.
Hanya Tuhan yang tahu
Lucu
Aku selalu berharap dan berdoa pada Allah agar dipersatukannya kembali hati-hati kalian.
Sempat menyayangkan, tak bisakah kalian seperti sedia dulu kala, hidup berdampingan saling membutuhkan cinta kasih dan dukungan.
Tapi, entah kini yang ku lihat hanya potret bayangan yang kaku, dingin dan semu.
Saling bertatap tak bertegur sapa,
Saudaraku tak bisakah kau saling berjabat tangan dan merangkul satu sama lain. Karena sekarang kalian sedang membutuhkan keharmonisan itu lagi.
Saat perbedaan tlah memuncak, saat hati sudah tak bias menerima perbedaan itu, tak bisakah kau buka mata, telinga dan hati untuk mencoba menerima perbedaan itu.
Terkadang setipa kitanya terlalau banyak menuntut, ingin diperhatikan, ingin dimengerti, ingin dipahami, ingin dan ingin tanpa kita ingat bahwa setiap lainnya pun sedang membutuhkan itu semua dari kita.
Pernahkah kau mendengar “apabila kau ingin di hargai, maka hargailah orang lain terlebih dahulu”, tak cukupkah kalimat ini menjadi gamparan untuk kau pahami?
Kau harus bisa meminimalisirkan keegoisan itu.

Dikutip dari aku untuk aku.